Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana makalah penelitian ditinjau? Ini adalah tugas penting karena melibatkan informasi faktual yang harus diperiksa dan ditinjau dengan tepat. Salah satu metode umum yang digunakan disebut Ulasan Tunggal-Buta.

Dalam proses ini, penulis mengirimkan karya mereka, tetapi identitas mereka dirahasiakan oleh para pengulas. Sebaliknya, para pengulas mengetahui siapa penulisnya. Ini seperti cermin satu arah, di mana penulis tidak dapat melihat pengulas, tetapi pengulas dapat melihat penulis.

Seluruh pengaturan ini dirancang untuk memastikan bahwa evaluasi makalah ini adil dan tidak bias. Dalam artikel ini, kita akan menyelami dunia tinjauan buta tunggalmengeksplorasi cara kerjanya, pro dan kontranya, dan mengapa ini merupakan bagian penting dari proses ilmiah.

Apa yang dimaksud dengan Tinjauan Buta Tunggal?

Tinjauan buta tunggal adalah metode yang digunakan dalam komunitas akademis dan ilmiah untuk mengevaluasi kualitas dan validitas makalah penelitian yang diajukan untuk publikasi. Dalam proses ini, para pengulas mengetahui identitas dan afiliasi penulis, sementara penulis tidak mengetahui identitas pengulas.

Selama tinjauan buta tunggal, anonimitas pengulas memungkinkan penilaian yang tidak memihak dan tidak bias terhadap konten penelitian. Hal ini membantu mencegah potensi bias yang mungkin timbul karena faktor-faktor seperti reputasi, silsilah akademis, atau afiliasi institusional penulis. Peninjau dapat fokus hanya pada manfaat penelitian, termasuk metodologi, hasil, dan kesimpulannya, tanpa dipengaruhi oleh faktor pribadi.

Proses peninjauan ini mempromosikan keadilan dan integritas dalam evaluasi karya ilmiah. Proses ini memastikan bahwa keputusan untuk menerima atau menolak sebuah karya ilmiah terutama didasarkan pada kualitas, ketelitian, dan signifikansi penelitian, bukan pada reputasi atau hubungan para penulis. Dengan menjaga kerahasiaan identitas pengulas, tinjauan buta tunggal mendorong terciptanya kesetaraan bagi semua penulis, tanpa memandang latar belakang atau afiliasi mereka.

Keuntungan dari Tinjauan Buta Tunggal

Tinjauan buta tunggal menawarkan beberapa keuntungan dalam evaluasi makalah penelitian dengan tetap menjaga anonimitas penulis. 

Keunggulan ini berkontribusi pada evaluasi makalah penelitian yang ketat dan andal, mendorong keunggulan dalam bidang akademis dan kemajuan ilmiah.

Dua keuntungan utama dari Single Blind Review adalah Objektivitas dan Kerahasiaan.

Objektivitas

Tujuan dari tinjauan buta tunggal meliputi:

  1. Memastikan Ketidakberpihakan
  2. Mempromosikan Keadilan dan Kesempatan yang Sama
  3. Meningkatkan Kualitas dan Ketelitian
  4. Meminimalkan Bias Penulis
  5. Memfasilitasi Umpan Balik yang Konstruktif

Kerahasiaan

Kerahasiaan adalah aspek penting dari tinjauan buta tunggal. Proses ini dirancang untuk memastikan kerahasiaan penulis dan pengulas yang terlibat. Berikut ini adalah cara menjaga kerahasiaan dalam tinjauan buta tunggal:

  1. Identitas Penulis
  2. Identitas Peninjau
  3. Diskusi Peninjau
  4. Keputusan Publikasi
  5. Data dan Temuan

Kekurangan dari Tinjauan Buta Tunggal

Pengambilan keputusan yang bias dapat menjadi kelemahan potensial dari proses tinjauan buta tunggal. Terlepas dari upaya untuk menjaga ketidakberpihakan, ada beberapa faktor inheren yang dapat menyebabkan penilaian yang bias:

  • Tinjauan buta tunggal adalah proses tinjauan sejawat di mana identitas peninjau disembunyikan dari penulis makalah yang ditinjau, tetapi identitas penulis diketahui oleh peninjau. Namun, bahkan dengan anonimitas ini, masih ada kemungkinan pengambilan keputusan yang bias.
  • Salah satu sumber potensial bias dalam ulasan buta tunggal adalah bias yang tidak disadari. Peninjau mungkin memiliki bias yang tidak disadari berdasarkan jenis kelamin, ras, afiliasi institusi, atau faktor lain yang tidak terkait dengan kualitas penelitian. Bias-bias ini dapat memengaruhi evaluasi pengulas terhadap makalah, yang mengarah pada keputusan yang bias.
  • Sumber bias potensial lainnya adalah keyakinan dan preferensi pribadi pengulas. Pengulas mungkin memiliki keyakinan atau preferensi tertentu yang mempengaruhi evaluasi mereka terhadap makalah. Sebagai contoh, seorang pengulas yang sangat berkomitmen pada teori atau metodologi tertentu mungkin akan lebih kritis terhadap makalah yang menggunakan pendekatan yang berbeda.
  • Masalah lain dengan ulasan buta tunggal adalah bahwa penulis mungkin tidak dapat sepenuhnya memahami atau menentang komentar dan kritik pengulas. Hal ini dikarenakan mereka tidak mengetahui identitas pengulas, dan oleh karena itu tidak dapat mendiskusikan umpan balik dengan mereka secara langsung atau mencari klarifikasi lebih lanjut. Kurangnya transparansi ini dapat menyulitkan penulis untuk memperbaiki naskah mereka dan dapat menyebabkan frustrasi dan kebencian.

Alternatif untuk Tinjauan Buta Tunggal

Dua alternatif yang dapat digunakan dalam peran Single Blind Review adalah:

Tinjauan Buta Ganda

Double-blind review adalah proses tinjauan sejawat di mana identitas penulis dan pengulas disembunyikan satu sama lain. Artinya, penulis tidak mengetahui siapa yang mengulas makalah mereka, dan pengulas tidak mengetahui identitas penulis yang karyanya mereka evaluasi.

Dalam tinjauan double-blind, penulis biasanya mengirimkan naskah mereka dengan halaman sampul yang tidak mencantumkan informasi identitas, seperti nama, afiliasi, atau rincian kontak. Penyelenggara jurnal atau konferensi kemudian meneruskan naskah tersebut kepada para peninjau, yang mengevaluasi karya tersebut tanpa mengetahui identitas penulis.

Tujuan dari tinjauan double-blind adalah untuk mengurangi bias dan potensi konflik kepentingan yang mungkin timbul ketika identitas penulis diketahui oleh pengulas. Tinjauan double-blind bertujuan untuk memastikan bahwa makalah dievaluasi semata-mata berdasarkan keunggulan ilmiahnya, bukan berdasarkan reputasi, afiliasi, atau karakteristik pribadi penulis.

Tinjauan Rekan Sejawat Terbuka

Tinjauan sejawat terbuka adalah proses tinjauan di mana identitas penulis dan peninjau diketahui satu sama lain, mendorong transparansi dan keterbukaan dalam evaluasi makalah penelitian. Dalam tinjauan sejawat terbuka, sifat anonim tradisional dari tinjauan sejawat dihilangkan, dan nama-nama peninjau diungkapkan bersama dengan makalah yang diterbitkan.

Dalam tinjauan sejawat terbuka, penulis menyerahkan naskah mereka, dan identitas pengulas diberitahukan kepada penulis. Transparansi ini memungkinkan komunikasi langsung antara penulis dan peninjau selama proses peninjauan, memfasilitasi dialog konstruktif dan klarifikasi dari setiap masalah atau saran.

Perangkat Lunak untuk Tinjauan Tunanetra Tunggal

Ada beberapa platform perangkat lunak yang tersedia yang dapat memfasilitasi proses tinjauan buta tunggal untuk makalah penelitian. Berikut adalah beberapa contohnya:

  1. OpenConf: OpenConf adalah sistem manajemen konferensi yang mendukung tinjauan buta tunggal. Sistem ini memungkinkan penulis untuk mengirimkan makalah mereka dan melacak kemajuan tinjauan. Sistem ini memastikan anonimitas dengan menyembunyikan informasi penulis dari pengulas selama proses evaluasi.
  2. EasyChair: EasyChair adalah perangkat lunak manajemen konferensi populer yang menawarkan fitur untuk tinjauan tunggal. Perangkat lunak ini memungkinkan penulis untuk mengirimkan makalah mereka dan menyediakan platform bagi para pengulas untuk menilai kiriman. EasyChair memungkinkan interaksi anonim antara penulis dan peninjau untuk menjaga kerahasiaan.
  3. Naskah ScholarOne: ScholarOne Manuscripts adalah sistem manajemen pengajuan dan tinjauan sejawat yang komprehensif yang digunakan oleh banyak jurnal ilmiah. Sistem ini mendukung tinjauan buta tunggal dengan mengizinkan penulis untuk mengirimkan makalah mereka dan menyediakan platform yang aman bagi pengulas untuk mengevaluasi kiriman dengan tetap menjaga anonimitas.
  4. OJS (Sistem Jurnal Terbuka): OJS adalah platform perangkat lunak sumber terbuka yang banyak digunakan untuk mengelola jurnal akademik. OJS menawarkan kemampuan tinjauan buta tunggal, memungkinkan penulis untuk mengirimkan makalah mereka dan memfasilitasi proses tinjauan dengan fitur tinjauan sejawat anonim.
  5. Ex Ordo: Ex Ordo adalah sistem manajemen konferensi yang mendukung tinjauan buta tunggal. Sistem ini memungkinkan penulis untuk mengirimkan makalah mereka dan menyediakan antarmuka yang mudah digunakan bagi para pengulas untuk mengevaluasi kiriman secara anonim.

Tambahkan dampak visual pada poster Anda dengan ilustrasi dan grafik ilmiah

Bagaimana perasaan Anda jika Anda mendapat kesempatan untuk menyederhanakan penelitian Anda dan menjelaskannya dengan jelas kepada audiens Anda? Visual membantu memecah topik penelitian yang kompleks menjadi konsep yang mudah dipahami. Mind the Graph membantu Anda menambahkan dampak visual pada poster Anda dengan ilustrasi dan grafik ilmiah. Daftar sekarang! 

logo-langganan

Berlangganan buletin kami

Konten eksklusif berkualitas tinggi tentang visual yang efektif
komunikasi dalam sains.

- Panduan Eksklusif
- Kiat desain
- Berita dan tren ilmiah
- Tutorial dan templat