{"id":8936,"date":"2019-05-22T17:56:36","date_gmt":"2019-05-22T20:56:36","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/?p=8936"},"modified":"2022-10-18T11:41:07","modified_gmt":"2022-10-18T14:41:07","slug":"ocean-acidification-consequences","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/konsekuensi-pengasaman-laut\/","title":{"rendered":"Konsekuensi pengasaman laut terhadap hewan laut"},"content":{"rendered":"<p>Karbon dioksida adalah gas yang umum terdapat di atmosfer. Normalnya, siklus karbon bumi menjaga keseimbangan alami karbon di atmosfer, daratan, dan lautan melalui \"pernapasan planet\". Namun, aktivitas manusia seperti emisi bahan bakar fosil merusak keseimbangan siklus karbon yang menyebabkan perubahan iklim, seperti meningkatkan efek rumah kaca dan pengasaman laut.<\/p>\n\n\n\n<p>Jadi, untuk memahami konsekuensi dari pengasaman laut, pertama-tama Anda perlu merekap siklus karbon. Saya menulis tentang itu di sini<sup>1<\/sup>.<\/p>\n\n\n\n<p>Efek rumah kaca memungkinkan kehidupan di Bumi, dengan memerangkap panas di atmosfer, menghangatkan planet ini. Saya menunjukkan cara kerjanya di sini<sup>1<\/sup>. Namun demikian, meskipun penting, peningkatan karbon dioksida telah mengubahnya menjadi masalah.<\/p>\n\n\n\n<p>Namun, tidak semua kelebihan karbon dioksida tetap berada di atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan bahwa lautan menyerap sepertiga dari semua karbon dioksida yang dihasilkan oleh aktivitas manusia. Penyerapan karbon dioksida oleh lautan dari atmosfer membantu menunda laju perubahan iklim. Namun, manfaat ini harus dibayar mahal.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-1 wp-block-buttons\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link\" href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/science_figures\">Mulai Gunakan Mind The Graph Sekarang Juga Secara Gratis!<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2>Karbon dioksida dan kimiawi lautan<\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah dilarutkan dalam air laut, CO2 bereaksi dengan air (H2O) membentuk asam karbonat: H2CO3: CO2 + H2O \u2194 H2CO3. Asam karbonat larut dengan cepat untuk membentuk ion H+ (asam) dan bikarbonat, HCO3- (basa). Air laut secara alami jenuh dengan basa lain, ion karbonat (CO3-2) yang bertindak seperti antasida untuk menetralkan H+, membentuk lebih banyak bikarbonat. Reaksi bersihnya terlihat seperti ini: CO2 + H2O + CO3-2\u2192 2HCO3-<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/science_figures\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"785\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/ocean-acidification-2-1024x785.png\" alt=\"pengasaman laut 2\" class=\"wp-image-8966\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/ocean-acidification-2-1024x785.png 1024w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/ocean-acidification-2-300x230.png 300w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/ocean-acidification-2-768x589.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Penyerapan karbon dioksida secara fundamental mengubah kimiawi lautan dengan memicu reaksi yang membuat air laut menjadi lebih asam, sebuah fenomena yang disebut pengasaman laut. Faktanya, lautan telah menjadi hampir 30 persen lebih asam daripada pada awal Era Industri.  Ini adalah perubahan yang lebih besar dan lebih cepat daripada yang terlihat dalam catatan fosil setidaknya 800.000 tahun yang lalu, sebelum munculnya vertebrata dan tanaman dalam catatan fosil.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/science_figures\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"785\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/ocean-acidification-1024x785.png\" alt=\"pengasaman laut\" class=\"wp-image-8954\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/ocean-acidification-1024x785.png 1024w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/ocean-acidification-300x230.png 300w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/ocean-acidification-768x589.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<div class=\"is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-2 wp-block-buttons\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link\" href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/science_figures\">Buat Gambar Sains yang Efektif dalam Hitungan Menit<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h2>Bagaimana dampak pengasaman laut terhadap kehidupan laut seperti ikan, karang, dan kerang?<\/h2>\n\n\n\n<p>Saat konsentrasi ion hidrogen meningkat, air menjadi lebih asam. Selain itu, ion karbonat menjadi lebih sedikit.<\/p>\n\n\n\n<p>Beberapa ion hidrogen ekstra bereaksi dengan ion karbonat untuk membentuk lebih banyak bikarbonat. Ketika karbonat menjadi kurang berlimpah, organisme ini, seperti karang dan kerang, mengalami lebih banyak kesulitan dalam membangun dan mempertahankan cangkang dan kerangka mereka. Peningkatan keasaman bahkan dapat menyebabkan beberapa cangkang dan kerangka karbonat larut. Ion hidrogen bereaksi dengan kalsium karbonat padat dan mengubahnya menjadi ion bikarbonat dan kalsium yang dapat larut.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter\"><a href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/science_figures\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"887\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/preview12423884823-1024x887.png\" alt=\"\" class=\"wp-image-8961\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/preview12423884823-1024x887.png 1024w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/preview12423884823-300x260.png 300w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/preview12423884823-768x666.png 768w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p>Di antara campuran tumbuhan dan hewan kecil yang membentuk plankton, hiduplah siput laut kecil yang disebut pteropoda. Meskipun ukurannya kecil, pteropoda merupakan sumber makanan penting bagi banyak spesies, termasuk ikan, anjing laut, dan paus. Namun, pteropoda memiliki cangkang kalsium karbonat yang halus yang rentan terhadap pengasaman laut. Dalam serangkaian percobaan, cangkang pteropoda ditempatkan di air laut pada pH (keasaman) yang diproyeksikan untuk Samudra Selatan pada tahun 2100. Dalam waktu 48 jam, cangkang pteropoda mulai larut.<\/p>\n\n\n\n<div class=\"is-content-justification-center is-layout-flex wp-container-3 wp-block-buttons\">\n<div class=\"wp-block-button\"><a class=\"wp-block-button__link\" href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/science_figures\">Dapatkan Visibilitas Dengan Pikiran Grafik<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<h3><strong>Memvisualisasikan penelitian Anda<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Sumber daya visual seperti infografik dan video adalah cara yang ampuh untuk mengomunikasikan sains. Saya membuat semua infografis ini menggunakan Mind the graph, sebuah platform online yang memungkinkan para ilmuwan membuat materi yang menarik.<\/p>\n\n\n\n<ol><li><a href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/carbon-cycle-greenhouse-effect\/#.YXKtA55KhPZ\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Siklus karbon dan efek rumah kaca - Infografis ilmiah.<\/a><\/li><\/ol>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Karbon dioksida adalah gas yang umum terdapat di atmosfer. Biasanya, siklus karbon bumi menjaga keseimbangan alami karbon di atmosfer, daratan, dan lautan melalui \"pernapasan planet\". Namun, aktivitas manusia seperti emisi bahan bakar fosil merusak keseimbangan siklus karbon yang menyebabkan perubahan iklim, karena meningkatkan efek rumah kaca.<\/p>","protected":false},"author":11,"featured_media":8959,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":[],"categories":[66,958],"tags":[219,51,299,311,310,554],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Consequences of ocean acidification on marine animals - Mind the Graph Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Scientists estimate that the oceans absorbed one-third of all the carbon dioxide produced by human activities causing ocean acidification\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/konsekuensi-pengasaman-laut\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Consequences of ocean acidification on marine animals - Mind the Graph Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Scientists estimate that the oceans absorbed one-third of all the carbon dioxide produced by human activities causing ocean acidification\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/konsekuensi-pengasaman-laut\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mind the Graph Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-05-22T20:56:36+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-18T14:41:07+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/preview1242388482.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1500\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fabiola Soares\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fabiola Soares\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Consequences of ocean acidification on marine animals - Mind the Graph Blog","description":"Scientists estimate that the oceans absorbed one-third of all the carbon dioxide produced by human activities causing ocean acidification","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/konsekuensi-pengasaman-laut\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Consequences of ocean acidification on marine animals - Mind the Graph Blog","og_description":"Scientists estimate that the oceans absorbed one-third of all the carbon dioxide produced by human activities causing ocean acidification","og_url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/konsekuensi-pengasaman-laut\/","og_site_name":"Mind the Graph Blog","article_published_time":"2019-05-22T20:56:36+00:00","article_modified_time":"2022-10-18T14:41:07+00:00","og_image":[{"width":1500,"height":900,"url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/05\/preview1242388482.png","type":"image\/png"}],"author":"Fabiola Soares","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fabiola Soares","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/ocean-acidification-consequences\/","url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/ocean-acidification-consequences\/","name":"Consequences of ocean acidification on marine animals - Mind the Graph Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-05-22T20:56:36+00:00","dateModified":"2022-10-18T14:41:07+00:00","author":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/5592c012d89648325be9b0f3c3f91132"},"description":"Scientists estimate that the oceans absorbed one-third of all the carbon dioxide produced by human activities causing ocean acidification","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/ocean-acidification-consequences\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/ocean-acidification-consequences\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/ocean-acidification-consequences\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Consequences of ocean acidification on marine animals"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/","name":"Mind the Graph Blog","description":"Your science can be beautiful!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/5592c012d89648325be9b0f3c3f91132","name":"Fabiola Soares","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7dca2c6a766aff1db898cc74c18284d8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7dca2c6a766aff1db898cc74c18284d8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fabiola Soares"},"url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/author\/fabiola\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8936"}],"collection":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8936"}],"version-history":[{"count":21,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23488,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8936\/revisions\/23488"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}