{"id":7953,"date":"2018-06-25T12:51:59","date_gmt":"2018-06-25T15:51:59","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/?p=7953"},"modified":"2019-08-19T15:04:52","modified_gmt":"2019-08-19T18:04:52","slug":"lgbt-pride","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/kebanggaan-lgbt\/","title":{"rendered":"Bulan Kebanggaan LGBT dalam Sains"},"content":{"rendered":"<p>Keragaman meningkatkan ilmu pengetahuan. Para ilmuwan harus berasal dari latar belakang yang beragam, termasuk perempuan, etnis kulit hitam dan minoritas, serta ilmuwan LGBT+. Keragaman ini berkontribusi pada ilmu pengetahuan dengan cara yang unik. Dan ini perlu dirayakan. Jadi, mari rayakan bulan Juni sebagai bulan kebanggaan LGBT.<\/p>\n<p>Sayangnya, kisah-kisah positif tentang ilmuwan LGBT+, terutama mereka yang lesbian, biseksual, transgender, atau yang mengidentifikasikan diri dengan cara yang tidak sesuai dengan salah satu dari empat huruf tersebut, sulit ditemukan. Namun, ada beberapa contoh. Untuk menghormati bulan kebanggaan LGBT, kami memilih 2 ilmuwan hebat untuk dirayakan.<\/p>\n<h2><strong>Sara Josephine Baker<\/strong><\/h2>\n<p>Dia adalah seorang dokter dan menjadi direktur pertama Biro Kebersihan Anak di New York dan seorang yang berperan penting dalam kesehatan anak dan ibu di Amerika Serikat (1908). Baker adalah seorang lesbian, feminis, dan seorang pejuang hak asasi.<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Berbeda dengan kebanyakan koleganya yang menekankan pada kesehatan masyarakat berbasis laboratorium, Baker berfokus pada tindakan kesehatan preventif dan konteks sosial penyakit. Karyanya dengan para ibu dan anak-anak miskin di komunitas imigran di New York City memiliki dampak dramatis terhadap angka kematian ibu dan anak dan menjadi model bagi kota-kota di seluruh negeri serta Biro Anak Amerika Serikat, yang didirikan pada tahun 1912. <a href=\"https:\/\/www.ncbi.nlm.nih.gov\/pmc\/articles\/PMC1470556\/\" target=\"_blank\">(Baca selengkapnya)<\/a><\/p>\n<\/blockquote>\n<p>Karyanya tentang dampak kemiskinan terhadap kesejahteraan bayi memungkinkannya untuk memastikan tingkat kematian bayi terendah di sebuah kota di Amerika pada awal tahun 1900-an. Ini merupakan pencapaian yang cukup besar pada masa itu.<\/p>\n<p>Dia pensiun pada pertengahan tahun 1930-an. Setelah itu, ia pindah ke New Jersey bersama pasangan hidupnya, novelis Ida Wylie, dan seorang dokter wanita lainnya, Louise Pearce.  Mereka tinggal serumah hingga Baker meninggal pada tahun 1945.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-7963\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/29scib_span-master1050-300x185.jpg\" alt=\"29SCIB_SPAN-master1050\" width=\"550\" height=\"339\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/29scib_span-master1050-300x185.jpg 300w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/29scib_span-master1050-768x474.jpg 768w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/29scib_span-master1050-1024x632.jpg 1024w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/29scib_span-master1050.jpg 1050w\" sizes=\"(max-width: 550px) 100vw, 550px\" \/><\/p>\n<h2><\/h2>\n<h2><strong>Ben Barres<\/strong><\/h2>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Beliau adalah seorang ahli neurobiologi dari Stanford dan sayangnya baru saja meninggal dunia.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebagai seorang ilmuwan, ia membantu kita untuk memahami bahwa glia bukanlah sel pendukung yang membosankan, tetapi memiliki hubungan simbiosis yang penting dengan neuron. Ia dikenal karena karyanya yang luar biasa sebagai ahli neurobiologi dan juga karena tujuan-tujuan yang ia perjuangkan. Ben Barres secara terbuka dan tegas merupakan seorang transgender, dan merupakan orang trans pertama yang diterima di National Academies of Science. Dia adalah advokat yang tak kenal lelah untuk wanita di dunia akademis, dan untuk murid-muridnya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">\"Ben adalah orang yang luar biasa. Dia akan dikenang sebagai ilmuwan brilian yang mengubah pemahaman kita tentang sel glial. Tetapi juga\u00a0<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">sebagai advokat tak kenal lelah yang mempromosikan kesetaraan dan keragaman di setiap kesempatan,\" <a href=\"https:\/\/www.forbes.com\/sites\/matthewherper\/2017\/12\/28\/mourning-ben-barres-the-transgender-scientist-who-changed-neuroscience\/#1042273954bf\" target=\"_blank\">kata Marc Tessier-Lavigne<\/a>PhD, presiden Universitas Stanford, dalam siaran persnya.<\/span><\/p>\n<h4 style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Ben Barres menulis sebuah artikel opini, yang diterbitkan oleh Nature pada tahun 2006 berjudul<strong><a href=\"https:\/\/www.nature.com\/scitable\/content\/does-gender-matter-by-ben-a-barres-10602856\" target=\"_blank\"> Apakah gender benar-benar penting?<\/a><\/strong> Dia mengkritik beberapa akademisi yang menyatakan bahwa \"perempuan tidak maju dalam sains karena ketidakmampuan bawaan\". Artikelnya menunjukkan data dan bukti yang kuat untuk mendukung pendapatnya dan pengalaman pribadinya.<\/span><\/h4>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-7964 size-full\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/30barres-articlelarge.jpg\" alt=\"30 barel-artikelBesar\" width=\"600\" height=\"387\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/30barres-articlelarge.jpg 600w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/30barres-articlelarge-300x194.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 600px) 100vw, 600px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Lahir pada tahun 1954, ia pindah pada tahun 1997 pada usia 43 tahun. Sebelumnya, sebagai sarjana MIT, ia memecahkan soal matematika sulit yang membingungkan seluruh anggota kelasnya yang hampir semuanya laki-laki. Kemudian, profesornya menyarankan bahwa pacarnya pasti telah mengerjakannya. Sebagai mahasiswa program doktoral, ia kalah dalam kompetisi fellowship dari rekannya yang laki-laki. Namun, teman laki-lakinya itu telah menerbitkan seperenam dari apa yang dia terbitkan. Dia adalah seorang profesor Stanford yang baru saja pindah tugas. Dan dia mendengar seorang anggota fakultas berkata, \"Ben Barres memberikan seminar yang hebat hari ini, tetapi kemudian <a href=\"https:\/\/www.theatlantic.com\/science\/archive\/2018\/01\/remembering-the-transgender-scientist-who-changed-our-understanding-of-the-brain\/549458\/\" target=\"_blank\">karyanya jauh lebih baik daripada karya adiknya.\"<\/a><\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"><br \/>\n<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\"Sejauh ini, perbedaan utama yang saya perhatikan adalah orang-orang yang tidak tahu bahwa saya adalah seorang transgender memperlakukan saya dengan lebih hormat,\" tulisnya di Nature.<\/span> \"Saya bahkan dapat menyelesaikan seluruh kalimat tanpa diinterupsi oleh seorang pria.\"<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\">Kebanggaan dan perjuangan LGBT dalam STEAM<\/h2>\n<p>Bidang STEM (sains, teknologi, teknik, dan matematika) memiliki masalah dalam mempertahankan perempuan dan ras minoritas. Dan sekarang, <a href=\"http:\/\/www.sciencemag.org\/careers\/2018\/03\/stem-losing-male-lgbq-undergrads\" target=\"_blank\">sebuah penelitian <\/a>memberikan bukti kuantitatif bahwa masalah yang sama juga terjadi pada beberapa kelompok minoritas seksual. Namun ada hal yang menarik: Retensi lebih rendah untuk pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai LGBQT (lesbian, gay, biseksual, dan queer). Sementara perempuan LGBQT sebenarnya lebih mungkin bertahan di STEM daripada rekan-rekan heteroseksual mereka.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Keragaman meningkatkan ilmu pengetahuan. Para ilmuwan harus berasal dari latar belakang yang beragam, termasuk perempuan, etnis kulit hitam dan minoritas, serta ilmuwan LGBT+. Keragaman ini berkontribusi pada ilmu pengetahuan dengan cara yang unik. Dan ini perlu dirayakan. Jadi, mari kita rayakan bulan Juni sebagai bulan kebanggaan LGBT. Sayangnya, kisah-kisah positif dari para ilmuwan LGBT+, terutama mereka yang lesbian, biseksual, transgender, atau [...]<\/p>","protected":false},"author":11,"featured_media":7968,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":[],"categories":[40],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>LGBT pride month in Science - Mind the Graph Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Diversity improves science. Scientists should come from diverse backgrounds, women, black, minority ethnic and LGBT. The LGBT pride month in science.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/kebanggaan-lgbt\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"LGBT pride month in Science - Mind the Graph Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Diversity improves science. Scientists should come from diverse backgrounds, women, black, minority ethnic and LGBT. The LGBT pride month in science.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/kebanggaan-lgbt\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mind the Graph Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-06-25T15:51:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-08-19T18:04:52+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/dhfgh.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"920\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"581\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fabiola Soares\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fabiola Soares\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"LGBT pride month in Science - Mind the Graph Blog","description":"Diversity improves science. Scientists should come from diverse backgrounds, women, black, minority ethnic and LGBT. The LGBT pride month in science.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/kebanggaan-lgbt\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"LGBT pride month in Science - Mind the Graph Blog","og_description":"Diversity improves science. Scientists should come from diverse backgrounds, women, black, minority ethnic and LGBT. The LGBT pride month in science.","og_url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/kebanggaan-lgbt\/","og_site_name":"Mind the Graph Blog","article_published_time":"2018-06-25T15:51:59+00:00","article_modified_time":"2019-08-19T18:04:52+00:00","og_image":[{"width":920,"height":581,"url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2018\/06\/dhfgh.png","type":"image\/png"}],"author":"Fabiola Soares","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fabiola Soares","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/lgbt-pride\/","url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/lgbt-pride\/","name":"LGBT pride month in Science - Mind the Graph Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2018-06-25T15:51:59+00:00","dateModified":"2019-08-19T18:04:52+00:00","author":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/5592c012d89648325be9b0f3c3f91132"},"description":"Diversity improves science. Scientists should come from diverse backgrounds, women, black, minority ethnic and LGBT. The LGBT pride month in science.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/lgbt-pride\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/lgbt-pride\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/lgbt-pride\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"LGBT pride month in Science"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/","name":"Mind the Graph Blog","description":"Your science can be beautiful!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/5592c012d89648325be9b0f3c3f91132","name":"Fabiola Soares","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7dca2c6a766aff1db898cc74c18284d8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7dca2c6a766aff1db898cc74c18284d8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fabiola Soares"},"url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/author\/fabiola\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7953"}],"collection":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7953"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7953\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7967,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7953\/revisions\/7967"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7968"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7953"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7953"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7953"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}