{"id":26192,"date":"2023-01-11T09:39:56","date_gmt":"2023-01-11T12:39:56","guid":{"rendered":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/cronbach-alpha-copy\/"},"modified":"2023-01-25T09:46:31","modified_gmt":"2023-01-25T12:46:31","slug":"epstein-barr","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/epstein-barr-2\/","title":{"rendered":"Epstein-Barr: Apa itu Penyakit Virus Ciuman?"},"content":{"rendered":"<p>Majalah medis The Lancet merilis sebuah penelitian menarik pada bulan Maret 1964 oleh tiga ilmuwan bernama Anthony Epstein, Yvonne Barr, dan Burt Achong. Mereka telah menemukan virus manusia pertama yang mampu menyebabkan kanker, yang akhirnya dinamai menurut nama mereka: Virus Epstein-Barr (EBV).<\/p>\n\n\n\n<p>Artikel ini akan menjelaskan tentang virus Epstein-Barr, yang terkadang dikenal sebagai penyakit ciuman, serta cara mendiagnosis dan menyembuhkannya.<\/p>\n\n\n\n<h2>Apa itu Virus Epstein-Barr<\/h2>\n\n\n\n<p>Virus Epstein-Barr adalah infeksi mirip herpes yang dapat ditularkan melalui air liur. EBV sangat umum terjadi di seluruh dunia, <strong>9 dari 10 orang terinfeksi.<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mayoritas orang terinfeksi saat masih anak-anak dan akan terinfeksi seumur hidup mereka. Virus ini biasanya tidak menimbulkan gejala atau kesulitan. Ketika orang terinfeksi saat dewasa, mereka mungkin mengalami demam kelenjar (juga dikenal sebagai 'mono' atau 'penyakit ciuman'), yang sangat tidak menyenangkan tetapi biasanya hilang dalam beberapa minggu.<\/p>\n\n\n\n<p>Setelah terinfeksi, EBV tetap laten di dalam tubuh Anda selama sisa hidup Anda, dalam bentuk tidak aktif atau tertidur. Terlepas dari kapan Anda pertama kali terinfeksi virus ini, Anda mungkin akan kembali terinfeksi dan mengalami gejala berulang kali.<\/p>\n\n\n\n<p>Perlu dicatat bahwa dalam keadaan tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan kanker. Namun, ini adalah minoritas; EBV menyebabkan <a href=\"https:\/\/pubmed.ncbi.nlm.nih.gov\/30125149\/\">1,5% kasus kanker di dunia<\/a>.<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:18px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-large\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" width=\"1024\" height=\"558\" src=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog2-1024x558.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-26199\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog2-1024x558.jpg 1024w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog2-300x163.jpg 300w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog2-768x419.jpg 768w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog2-18x10.jpg 18w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog2-100x54.jpg 100w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog2.jpg 1123w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure><\/div>\n\n\n<div style=\"height:18px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<h2>Penyebaran dan gejala Virus Epstein-Barr<\/h2>\n\n\n\n<h3>Penyebaran<\/h3>\n\n\n\n<p>Virus EBV sangat menular karena disebarkan melalui air liur atau cairan tubuh. Anda dapat tertular EBV dari orang yang terinfeksi dengan melakukan hal-hal berikut:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Bersin atau batuk;<\/li>\n\n\n\n<li>Berciuman;<\/li>\n\n\n\n<li>Interaksi seksual (darah dan air mani);<\/li>\n\n\n\n<li>Berbagi barang seperti sikat gigi, alat makan, atau cangkir;<\/li>\n\n\n\n<li>Menyentuh benda yang mungkin dimasukkan anak ke dalam mulut atau terkena air liurnya.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3>Gejala<\/h3>\n\n\n\n<p>Intensitas gejala bervariasi pada setiap orang yang mengidap virus Epstein-Barr. Di antara gejalanya adalah:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Sakit tenggorokan atau radang tenggorokan (bengkak);<\/li>\n\n\n\n<li>Kelelahan atau merasa sangat lelah;<\/li>\n\n\n\n<li>Demam;<\/li>\n\n\n\n<li>Pembengkakan kelenjar getah bening;<\/li>\n\n\n\n<li>Ruam kulit;<\/li>\n\n\n\n<li>Pembesaran limpa dan hati.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Anak-anak yang terinfeksi EBV jarang menunjukkan gejala, dan ketika mereka menunjukkan gejala, gejalanya sebanding dengan penyakit jangka pendek seperti pilek atau flu. Orang yang lebih tua, seperti remaja atau orang dewasa, mengalami gejala selama dua hingga empat minggu, meskipun beberapa gejala, terutama yang berkaitan dengan produktivitas, mungkin tetap lebih lama.<\/p>\n\n\n\n<h2>Diagnosis, pencegahan dan pengobatan<\/h2>\n\n\n\n<h3>Mendiagnosis<\/h3>\n\n\n\n<p>Diagnosis EBV sulit dilakukan, karena kemiripan virus ini dengan penyakit umum lainnya. Diagnosis didasarkan pada gejala-gejala yang Anda alami, berapa lama Anda mengalaminya, apakah Anda pernah melakukan kontak dengan siapa pun yang mungkin mengidap virus tersebut, dan terakhir, tes darah untuk memastikannya.<\/p>\n\n\n\n<h3>Pencegahan<\/h3>\n\n\n\n<p>Karena tidak ada vaksin virus Epstein-Barr, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari infeksi dengan:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Jangan mencium seseorang yang terinfeksi virus;<\/li>\n\n\n\n<li>Jangan berbagi sikat gigi dengan seseorang yang terinfeksi virus;<\/li>\n\n\n\n<li>Saat berhubungan seks dengan seseorang yang mengidap virus, gunakanlah pelindung;<\/li>\n\n\n\n<li>Hindari mendekatkan tangan Anda ke mulut;<\/li>\n\n\n\n<li>Mencuci tangan setelah menyentuh sesuatu;<\/li>\n\n\n\n<li>Jangan berbagi makanan atau minuman dengan seseorang yang terinfeksi virus.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<h3>Perawatan<\/h3>\n\n\n\n<p>Perawatan untuk virus Epstein-Barr berfokus pada gejala infeksi. Pengobatan meliputi:<\/p>\n\n\n\n<ul>\n<li>Tetap terhidrasi;<\/li>\n\n\n\n<li>Banyak beristirahat;<\/li>\n\n\n\n<li>Pereda nyeri dan demam;<\/li>\n\n\n\n<li>Meningkatkan sistem kekebalan tubuh;&nbsp;<\/li>\n\n\n\n<li>Manajemen stres.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n<p>Istirahat yang cukup adalah salah satu perawatan yang paling penting dan harus dilakukan dengan hati-hati; melakukan aktivitas fisik yang terlalu banyak dapat menyebabkan limpa pecah jika infeksi menyebabkan limpa Anda membesar. Menjaga sistem kekebalan tubuh Anda dan mengelola stres sangat penting, tidak hanya untuk mengurangi gejala, tetapi juga untuk mencegah virus agar tidak aktif kembali setelah virus tersebut menjadi laten.<\/p>\n\n\n\n<h2>Lebih dari 65.000 angka ilmiah yang akurat untuk meningkatkan dampak Anda<\/h2>\n\n\n\n<p>Untuk membuat penelitian Anda lebih mudah dipahami, menarik, dan berpeluang untuk dipublikasikan, manfaatkan alat yang mudah digunakan dan pilih lebih dari 65.000 figur ilmiah. Pelajari tentang Mind The Graph dan nikmati kecemerlangan infografis!<\/p>\n\n\n\n<div style=\"height:18px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio\"><div class=\"wp-block-embed__wrapper\">\n<iframe loading=\"lazy\" title=\"Tutorial | Membuat infografis proses pada Mind the Graph\" width=\"800\" height=\"450\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/KW8f-mA6dqA?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" allowfullscreen><\/iframe>\n<\/div><\/figure>\n\n\n\n<div style=\"height:18px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<div class=\"is-layout-flex wp-block-buttons\">\n<div class=\"wp-block-button aligncenter\"><a class=\"wp-block-button__link has-background wp-element-button\" href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/\" style=\"border-radius:50px;background-color:#dc1866\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Tingkatkan Penelitian Saya Dengan Ilustrasi<\/a><\/div>\n<\/div>\n\n\n\n<div style=\"height:44px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<div style=\"height:25px\" aria-hidden=\"true\" class=\"wp-block-spacer\"><\/div>\n\n\n\n<p><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>EBV adalah salah satu virus yang paling banyak ditemukan pada manusia karena biasanya ditularkan melalui air liur. Ketahui lebih lanjut tentang hal ini dan cara menghindarinya.<\/p>","protected":false},"author":28,"featured_media":26201,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[959,28],"tags":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Epstein-Barr: What is the Kissing Virus Disease<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"EBV is one of the most prevalent human viruses since it is typically transmitted by saliva. Find out more about it and how to avoid it.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/epstein-barr-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Epstein-Barr: What is the Kissing Virus Disease\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"EBV is one of the most prevalent human viruses since it is typically transmitted by saliva. Find out more about it and how to avoid it.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/epstein-barr-2\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mind the Graph Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-01-11T12:39:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-01-25T12:46:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1123\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"612\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Jessica Abbadia\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:title\" content=\"Epstein-barr: What is the Kissing Virus Disease\" \/>\n<meta name=\"twitter:description\" content=\"EBV is one of the most prevalent human viruses since it is typically transmitted by saliva. Find out more about it and how to avoid it.\" \/>\n<meta name=\"twitter:image\" content=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog.jpg\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Jessica Abbadia\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Epstein-Barr: What is the Kissing Virus Disease","description":"EBV is one of the most prevalent human viruses since it is typically transmitted by saliva. Find out more about it and how to avoid it.","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/epstein-barr-2\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Epstein-Barr: What is the Kissing Virus Disease","og_description":"EBV is one of the most prevalent human viruses since it is typically transmitted by saliva. Find out more about it and how to avoid it.","og_url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/epstein-barr-2\/","og_site_name":"Mind the Graph Blog","article_published_time":"2023-01-11T12:39:56+00:00","article_modified_time":"2023-01-25T12:46:31+00:00","og_image":[{"width":1123,"height":612,"url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Jessica Abbadia","twitter_card":"summary_large_image","twitter_title":"Epstein-barr: What is the Kissing Virus Disease","twitter_description":"EBV is one of the most prevalent human viruses since it is typically transmitted by saliva. Find out more about it and how to avoid it.","twitter_image":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/01\/epstein-barr-blog.jpg","twitter_misc":{"Written by":"Jessica Abbadia","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/epstein-barr\/","url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/epstein-barr\/","name":"Epstein-Barr: What is the Kissing Virus Disease","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2023-01-11T12:39:56+00:00","dateModified":"2023-01-25T12:46:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/96ecc2d785106e951f7773dc7c96d699"},"description":"EBV is one of the most prevalent human viruses since it is typically transmitted by saliva. Find out more about it and how to avoid it.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/epstein-barr\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/epstein-barr\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/epstein-barr\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Epstein-Barr: What is the Kissing Virus Disease"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/","name":"Mind the Graph Blog","description":"Your science can be beautiful!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/96ecc2d785106e951f7773dc7c96d699","name":"Jessica Abbadia","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f477bd20199beb376b04b2fda9a2cec5?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f477bd20199beb376b04b2fda9a2cec5?s=96&d=mm&r=g","caption":"Jessica Abbadia"},"description":"Jessica Abbadia is a lawyer that has been working in Digital Marketing since 2020, improving organic performance for apps and websites in various regions through ASO and SEO. Currently developing scientific and intellectual knowledge for the community's benefit. Jessica is an animal rights activist who enjoys reading and drinking strong coffee.","sameAs":["https:\/\/www.linkedin.com\/in\/jessica-abbadia-9b834a13b\/"],"url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/author\/jessica\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26192"}],"collection":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/28"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=26192"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26192\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":26202,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/26192\/revisions\/26202"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/26201"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=26192"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=26192"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=26192"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}