{"id":10482,"date":"2019-09-20T18:13:59","date_gmt":"2019-09-20T21:13:59","guid":{"rendered":"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/?p=10482"},"modified":"2022-10-18T08:23:54","modified_gmt":"2022-10-18T11:23:54","slug":"snowing-global-warming","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/salju-menghangatkan-global\/","title":{"rendered":"Di luar sedang turun salju. Apakah pemanasan global itu nyata?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Ya, pemanasan global itu nyata. Setidaknya menurut ilmu pengetahuan. Ini adalah jawaban singkatnya. Namun, wajar saja jika Anda bingung mendengar nama pemanasan global. Terutama saat musim dingin tiba, Anda kedinginan dan mengharapkan salju turun di akhir pekan. Jadi mari kita lihat data ilmiah terbaru untuk memahaminya.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>01. Iklim X Cuaca<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ini bukanlah hal yang sama. Sementara cuaca adalah skala sementara, iklim adalah rata-rata jangka panjang. Jadi, meskipun kita terus mengalami hari-hari yang dingin, hal ini tidak meniadakan timbulnya suhu global. Bahkan, Anda dapat mengharapkan musim dingin yang lebih keras di dunia yang memanas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;<em>Iklim didefinisikan sebagai pola cuaca rata-rata di suatu wilayah dalam jangka waktu yang lama. Ini adalah perbedaan antara zona beriklim sedang dan Mediterania di Eropa dengan kondisi dingin yang keras di tundra Kutub Utara. Masing-masing wilayah iklim ini mengalami fluktuasi suhu, curah hujan, tekanan udara, dan variasi harian lainnya yang dikenal sebagai cuaca.\"<\/em> (<a href=\"https:\/\/www.nationalgeographic.com\/environment\/2019\/01\/climate-change-colder-winters-global-warming-polar-vortex\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Sumber: National Geographic<\/a>).<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>02. Temperatur ekstrem<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Istilah 'Pemanasan global' diciptakan beberapa dekade yang lalu. Pada saat itu, perhatian utama adalah tentang<a href=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/carbon-cycle-greenhouse-effect\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> gas rumah kaca yang memanaskan planet ini, <\/a>meningkatkan suhu rata-rata. Namun, peningkatan gas karbon dioksida dan metana di atmosfer menyebabkan lebih dari sekadar peningkatan suhu. Ketika Artik menjadi lebih hangat, musim dingin di Amerika Utara menjadi lebih dingin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Bumi akan mengalami cuaca yang lebih ekstrem dan bencana sebagai dampak dari perubahan iklim, bukan hanya pemanasan.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Fisikawan Universitas Potsdam, Stefan Rahmstorf, menjelaskan di Twitter tentang hubungan antara hari yang dingin dan pemanasan global:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/twitter.com\/rahmstorf\/status\/1087450493419487239\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10487\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/twiteer.png\" alt=\"twiteer\" width=\"590\" height=\"636\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/twiteer.png 590w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/twiteer-278x300.png 278w\" sizes=\"(max-width: 590px) 100vw, 590px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10488\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/twitter-global.png\" alt=\"twitter global\" width=\"602\" height=\"286\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/twitter-global.png 602w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/twitter-global-300x143.png 300w\" sizes=\"(max-width: 602px) 100vw, 602px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter size-full wp-image-10489\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/dxdm2j_x0ae0ebg.jpg\" alt=\"Dxdm2J_X0AE0eBg\" width=\"590\" height=\"447\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/dxdm2j_x0ae0ebg.jpg 590w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/dxdm2j_x0ae0ebg-300x227.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 590px) 100vw, 590px\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Faktanya, akibat pemanasan global, Amerika Utara akan mengalami musim dingin yang lebih keras. Dua makalah, satu diterbitkan di <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/s41467-018-02992-9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Komunikasi alam<\/a> dan yang lainnya di <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/ngeo2986.epdf?referrer_access_token=8ZuZSFFNTS-KM5GntRQpAdRgN0jAjWel9jnR3ZoTv0PsVxpvjWhKe8dtpFC2SnPGjLo4esIl0VLSA0depY04YhnMbPES8WcQHsL1x_6Sdms4riRr9B2SnwLtTb0PrUd_eKhjZ5otXhun5dLWtD7rs-pW2Ey0zb-SO-9WBVtCdP50Hgm0f4RXk1yZAbdIn13FrZnFLELT-Y57E_o_t1ajvQ%3D%3D&amp;tracking_referrer=www.mindthegraph.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Ilmu Pengetahuan Alam<\/a> menemukan hubungan antara suhu Arktik yang lebih hangat dan musim dingin di Amerika Utara yang lebih dingin.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian ini menunjukkan bahwa terjadinya cuaca musim dingin yang parah di Amerika Serikat secara signifikan terkait dengan anomali pada ketinggian dan suhu geopotensial pan-Arktik. Hubungan ini paling kuat di bagian timur AS.<\/p>\n<h3 class=\"title\"><a href=\"https:\/\/news.rutgers.edu\/news\/warm-arctic-means-colder-snowier-winters-northeastern-us-study-says\/20180309#.XZJdukZKiM_\"><strong>Arktik yang Hangat Berarti Musim Dingin yang Lebih Dingin dan Bersalju di Timur Laut AS<\/strong><\/a><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">\"Pada dasarnya, hal ini menegaskan kisah yang telah saya ceritakan selama beberapa tahun ini,\" <a href=\"https:\/\/news.rutgers.edu\/news\/warm-arctic-means-colder-snowier-winters-northeastern-us-study-says\/20180309#.XZJdukZKiM_\">kata salah satu penulis studi Jennifer Francis, <\/a>profesor riset ilmu kelautan dan pesisir di Rutgers <a href=\"https:\/\/sebs.rutgers.edu\/\">Sekolah Ilmu Lingkungan dan Biologi.<\/a> \"Suhu hangat di Kutub Utara menyebabkan arus jet melakukan ayunan liar, dan ketika arus jet berayun lebih jauh ke selatan, hal itu menyebabkan udara dingin mencapai lebih jauh ke selatan. Perubahan ini cenderung bertahan untuk sementara waktu, sehingga cuaca yang kita alami di Amerika Serikat bagian timur, baik dingin maupun hangat, cenderung bertahan lebih lama.\"<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>03. Kita harus semakin dingin<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pemanasan global hanyalah sebuah siklus alami dan kita tidak ada hubungannya dengan hal itu. Benar, kan? TIDAK. <a href=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/climate-change-scientific-data\/#.XZJeI0ZKiM8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Saya sudah menulis tentang\u00a0<\/a>\u00a0perbedaan antara siklus alami di Bumi dan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia.<\/p>\n<p><strong>Kemungkinan penyebab alami dari peningkatan suhu:<\/strong><\/p>\n<p><strong>Matahari:\u00a0<\/strong>Selama 35 tahun terakhir, matahari telah menunjukkan tren pendinginan. Akan tetapi, suhu global terus meningkat.<\/p>\n<figure id=\"attachment_10495\" aria-describedby=\"caption-attachment-10495\" style=\"width: 640px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-large wp-image-10495\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/tvstsi-1024x783.png\" alt=\" Perubahan suhu global tahunan (merah muda tipis) dengan rata-rata pergerakan suhu selama 11 tahun (merah tua tebal). Suhu dari NASA GISS. Penyinaran Matahari Total Tahunan (biru muda tipis) dengan rata-rata pergerakan 11 tahun TSI (biru tua tebal). TSI dari tahun 1880 hingga 1978 dari Krivova et al 2007. TSI dari tahun 1979 hingga 2015 dari Pusat Radiasi Dunia (lihat halaman indeks PMOD mereka untuk pembaruan data). Plot radiasi matahari terbaru dapat ditemukan di situs LISIRD (Laboratory for Atmospheric and Space Physics).\" width=\"640\" height=\"489\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/tvstsi-1024x783.png 1024w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/tvstsi-300x229.png 300w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/tvstsi-768x587.png 768w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><figcaption id=\"caption-attachment-10495\" class=\"wp-caption-text\">Perubahan suhu global tahunan (merah muda tipis) dengan rata-rata pergerakan suhu selama 11 tahun (merah tua tebal). Suhu dari<a href=\"https:\/\/data.giss.nasa.gov\/gistemp\/tabledata_v3\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"> NASA GISS<\/a>. Penyinaran Matahari Total Tahunan (biru muda tipis) dengan rata-rata pergerakan TSI selama 11 tahun (biru tua tebal). TSI dari tahun 1880 hingga 1978 dari Krivova et al 2007. TSI dari tahun 1979 hingga 2015 dari <a href=\"https:\/\/www.pmodwrc.ch\/en\/our-institute\/pmod-wrc\/\">Pusat Radiasi Dunia<\/a> (lihat halaman indeks PMOD mereka untuk pembaruan data). Plot penyinaran matahari terbaru dapat ditemukan di situs LISIRD (Laboratory for Atmospheric and Space Physics). <a href=\"https:\/\/skepticalscience.com\/solar-activity-sunspots-global-warming.htm\">(Sumber)<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Zaman Sebelum Zaman Es:<\/strong>\u00a0Tahukah Anda bahwa\u00a0<a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/ngeo1358\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">kita seharusnya menuju ke Zaman Es yang lain<\/a>bukan yang hangat?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Vulkanisme:\u00a0<\/strong>Gunung berapi menghasilkan gas yang memerangkap panas, jadi mereka bisa menjadi penyebab perubahan suhu, bukan? Sebenarnya, gunung berapi menghasilkan kurang dari 1% CO2 yang dihasilkan manusia. Selain itu, letusan besar, ketika terjadi, mendinginkan Bumi, bukan menghangatkannya. <a href=\"https:\/\/www.nature.com\/articles\/s41561-019-0402-y.epdf?referrer_access_token=NsmsvMEmWm6SoIVKCTcEt9RgN0jAjWel9jnR3ZoTv0MyBnoX34ZRaon0wmYjK2GXR3LOpEGlJAGIl2yZr9fKQYQkJni28mFZ38_k7tJ5vkJDciMdvmfN_MId2508iWfSpShftbeoK2cY-NpTXIO-SkgjBJJBVOz_OlG4EcQUBuq1YuGeTaVZ9zND91dE_ap7Om7rfyUcIwvYWGEqN12MEN2JrF6V_Tgkq14lTQX_Z0ft7W5TbcMDh8tS8823jWdGooSvS90xoQ30TVgF2fLu0sLNUZ7M5IdM_98hjl53eUZX85rxKMQv1pmpBc7Gl4RCqw_rtGdPCwNq9Mi_ECopCi6G4JUrqOk_73ejPNW6IGE%3D&amp;tracking_referrer=www.mindthegraph.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Makalah Nature berjudul Fase terakhir Zaman Es Kecil yang dipaksakan oleh letusan gunung berapi<\/a> menjelaskan bagaimana dunia mulai bergerak dari era yang didinginkan oleh gunung berapi ke iklim yang dihangatkan oleh emisi manusia selama abad ke-18.<\/p>\n<p><strong>Meringkas:\u00a0<\/strong><\/p>\n<figure id=\"attachment_10496\" aria-describedby=\"caption-attachment-10496\" style=\"width: 330px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/site\/assets\/uploads\/2018\/02\/WG1AR5_Chapter05_FINAL.pdf\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10496 size-full\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/temperature.png\" alt=\"suhu\" width=\"330\" height=\"679\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/temperature.png 330w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/temperature-146x300.png 146w\" sizes=\"(max-width: 330px) 100vw, 330px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-10496\" class=\"wp-caption-text\">Anomali suhu permukaan global dari tahun 1870 hingga 2010, dan faktor-faktor alami (matahari, vulkanik, dan internal) dan antropogenik yang mempengaruhinya. <a href=\"https:\/\/www.ipcc.ch\/site\/assets\/uploads\/2018\/02\/WG1AR5_Chapter05_FINAL.pdf\">(sumber)<\/a><\/figcaption><\/figure>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><\/h3>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>04. Suhu meningkat secara global<\/strong><\/h3>\n<p>Data ilmiah saat ini menunjukkan bahwa sebelum Revolusi Industri, periode dingin dan hangat tidak terjadi secara global.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"http:\/\/nature.com\/articles\/s41586-019-1401-2.epdf\">Para peneliti mempelajari Zaman Es Kecil,<\/a> zaman terdingin dalam milenium terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu terdingin terjadi pada abad-abad yang berbeda di seluruh dunia. Hal ini terjadi selama abad ke-15 di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, selama abad ke-17 di Eropa barat laut dan Amerika Utara bagian tenggara. Namun, wilayah lainnya hanya mengalami suhu terdingin selama pertengahan abad ke-19.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify;\"><strong>05. Permukaan laut<\/strong><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pertama-tama, kita perlu menunjukkan perbedaan antara perubahan permukaan laut relatif dan permukaan laut absolut:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Perubahan permukaan laut relatif adalah bagaimana ketinggian lautan naik atau turun relatif terhadap daratan di lokasi tertentu.<\/li>\n<li>Sebaliknya, perubahan permukaan laut absolut mengacu pada ketinggian permukaan laut di atas pusat bumi, tanpa memperhatikan apakah daratan di dekatnya naik atau turun.<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/medium.com\/@ClimateReality\/get-the-facts-why-are-sea-levels-rising-5c0d7f3b4082\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Air laut naik secara tidak merata<\/a> - membuat beberapa komunitas lebih berisiko daripada yang lain. Tinggi permukaan laut relatif berbeda karena faktor-faktor lokal turut berperan, seperti penurunan permukaan tanah, angin, dan sirkulasi laut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><a href=\"https:\/\/climate.nasa.gov\/vital-signs\/sea-level\/\">Menurut NASA<\/a>,\u00a0<em>Kenaikan permukaan laut disebabkan terutama oleh dua faktor yang berkaitan dengan pemanasan global: penambahan air dari lapisan es dan gletser yang mencair dan ekspansi air laut saat air laut menghangat.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_10499\" aria-describedby=\"caption-attachment-10499\" style=\"width: 684px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"https:\/\/climate.nasa.gov\/vital-signs\/sea-level\/\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-10499 size-full\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/nasa-sea-level.png\" alt=\"permukaan laut nasa\" width=\"684\" height=\"388\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/nasa-sea-level.png 684w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/nasa-sea-level-300x170.png 300w\" sizes=\"(max-width: 684px) 100vw, 684px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-10499\" class=\"wp-caption-text\">Grafik ini melacak perubahan permukaan laut sejak tahun 1993 seperti yang diamati oleh satelit.<\/figcaption><\/figure>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Untuk mengetahui lebih lanjut:<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/climate-change-scientific-data\/#.XZJfVkZKiM8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Mengungkap perubahan iklim melalui data ilmiah<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/climate-change-science\/#.XZJqhUZKiM8\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Data ilmiah baru menghentikan penyangkalan perubahan iklim<\/a><\/li>\n<\/ul>\n<p><a href=\"https:\/\/mindthegraph.com\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"aligncenter wp-image-6577\" src=\"https:\/\/blog.mindthegraph.com\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/start_get-mind-the-graph-medical-illustrations.png\" alt=\"perhatikan grafik ilustrasi ilmiah\" width=\"200\" height=\"65\" srcset=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/start_get-mind-the-graph-medical-illustrations.png 310w, https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2017\/01\/start_get-mind-the-graph-medical-illustrations-300x97.png 300w\" sizes=\"(max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/><\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ya, pemanasan global itu nyata. Setidaknya menurut ilmu pengetahuan. Ini adalah jawaban singkatnya. Namun, wajar saja jika Anda bingung mendengar nama pemanasan global. Terutama saat musim dingin tiba, Anda kedinginan dan mengharapkan salju turun di akhir pekan. Jadi mari kita lihat data ilmiah terbaru untuk memahaminya. 01. Iklim X Cuaca Itu [...]<\/p>","protected":false},"author":11,"featured_media":10485,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":[],"categories":[959,28],"tags":[160,219,343,554,354,250,775],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v19.9 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>It&#039;s snowing outside. Is the global warming real? - Mind the Graph Blog<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"it is normal to be confused about the name global warming. Specially if winter is coming and it is snowing. See the newest scientific data on climate change\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/salju-menghangatkan-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"It&#039;s snowing outside. Is the global warming real? - Mind the Graph Blog\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"it is normal to be confused about the name global warming. Specially if winter is coming and it is snowing. See the newest scientific data on climate change\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/salju-menghangatkan-global\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Mind the Graph Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-09-20T21:13:59+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2022-10-18T11:23:54+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/cover-global-warming.png\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"602\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"330\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/png\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Fabiola Soares\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Fabiola Soares\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"5 minutes\" \/>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"It's snowing outside. Is the global warming real? - Mind the Graph Blog","description":"it is normal to be confused about the name global warming. Specially if winter is coming and it is snowing. See the newest scientific data on climate change","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/salju-menghangatkan-global\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"It's snowing outside. Is the global warming real? - Mind the Graph Blog","og_description":"it is normal to be confused about the name global warming. Specially if winter is coming and it is snowing. See the newest scientific data on climate change","og_url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/salju-menghangatkan-global\/","og_site_name":"Mind the Graph Blog","article_published_time":"2019-09-20T21:13:59+00:00","article_modified_time":"2022-10-18T11:23:54+00:00","og_image":[{"width":602,"height":330,"url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/cover-global-warming.png","type":"image\/png"}],"author":"Fabiola Soares","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Fabiola Soares","Est. reading time":"5 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/snowing-global-warming\/","url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/snowing-global-warming\/","name":"It's snowing outside. Is the global warming real? - Mind the Graph Blog","isPartOf":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#website"},"datePublished":"2019-09-20T21:13:59+00:00","dateModified":"2022-10-18T11:23:54+00:00","author":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/5592c012d89648325be9b0f3c3f91132"},"description":"it is normal to be confused about the name global warming. Specially if winter is coming and it is snowing. See the newest scientific data on climate change","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/snowing-global-warming\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/snowing-global-warming\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/snowing-global-warming\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"It&#8217;s snowing outside. Is the global warming real?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#website","url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/","name":"Mind the Graph Blog","description":"Your science can be beautiful!","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":"required name=search_term_string"}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/5592c012d89648325be9b0f3c3f91132","name":"Fabiola Soares","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7dca2c6a766aff1db898cc74c18284d8?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/7dca2c6a766aff1db898cc74c18284d8?s=96&d=mm&r=g","caption":"Fabiola Soares"},"url":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/author\/fabiola\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10482"}],"collection":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/11"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10482"}],"version-history":[{"count":16,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10482\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":23424,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10482\/revisions\/23424"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10485"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/mindthegraph.com\/blog\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}